Selasa, 27 September 2011

Gambaran Umum Bisnis Internasional, Pengertian dan Ruang Lingkup Bisnis Internasional


A.      Apa pengertian Bisnis Internasional?

Bisnis Internasional meliputi transaksi bisnis antara pihak-pihak dari lebih daripada satu Negara. [Ricky W. Griffin & Michael W. Pustay]. Bisnis Internasional menyangkut segala macam transaksi bisnis diantara dua  Negara atau lebih, dengan mencakup baik kegiatan antar Pemerintah maupun perusahaan. [Drs. T. May Rudy, S.H., MIR., M.Sc.]

B.      Mengapa perlu mempelajari Bisnis Internasional?
Pertama, hamper semua organisasi besar akan punya usaha-usaha internasional atau dipengaruhi perekonomian global. Kedua, mungkin pada akhirnya akan bekerja disuatu perusahaan yang  dimiliki korporasi yang berkantor pusat di Negara lainnya. Yang ketiga, adalah untuk mengimbangi langkah para pesaing pada masa mendatang. Keempat, untuk tetap mengikuti perkembangan teknik dan sarana mutakhir, yang banyak diantaranya dikembangkan diluar Amerika Utara. Yang terakhir, adalah untuk mendapatkan pemahaman Budaya. [Ricky W. Griffin & Michael W. Pustay]

C.      Ruang Lingkup Bisnis Internasional

a.       Tujuan

1.       Perluasan penjualan (Sales Expansion)
Untuk barang-barang yang tidak mudah rusak perlu perluasan penjualan (market area). Misalnya: Barang-barang kerajinan tangan.
2.       Mendekati sumber (Resource Acquistion)
Resource-nya antara lain Man, Money, Machine, Materials, Methode, Market. Yang mencakup sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya capital (SDK)
3.       Diversifikasi (penganekaragaman)
Penjualan produk disesuaikan dengan segmen pasar (selera, daya beli, atau fungsi barang). Misalnya, mobil Kijang dijual di Indonesia.
4.       Alih Teknologi
Hanya untuk developing country (Negara berkembang)

b.      Faktor yang menunjang Bisnis Internasional

1.       Ilmu Hukum
Menurut sejarah perdagangan di Indonesia sebelum tahun 1967 perdagangan internasional sangat minim dan setelah 1967 perdagangan baru muali meningkat karena sudah ada Undang-Undang P.M.A No. 1 Tahun 1967 yang mengatur tentang investasi pemilik modal asing, kemudian disusul dengan kebijakan pemerintah berupa Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1995 yang mengatur hak guna, hak sewa, dan hak pakai bagi investor asing sampai 100 tahun untuk pengembalian modalnya.


2.       Ilmu sejarah
·         Bisa ditinjau dari bangsa atau keturunan misalnya: Inggris mengutamakan Negara-negara persemakmuran untuk investasi daripada Negara lain.
·         Indonesia cenderung ke Suriname

3.       Ilmu Geografi
Ditinjau dari jauh dekatnya jarak atau sebaliknya ditinjau pada tujuannya dengan melihat kondisi geografi Negara tujuan.

4.       Ilmu Kebudayaan
Tujuan –faktor pengaruh, misalnya Budaya Indonesia baik orang atau pekerjaan yang terkesan malas, suka kendaraan besar (station-wagon) dan lain sebagainya.

5.       Ilmu Ekonomi
Yang ditinjau kondisi perekonomian dan GNP.
Misalnya Negara maju (Develoved Country) GNP > (lebih besar dari) – US $ 10.000
Negara berkembang (Developping Country) GNP < (lebih kecil dari) – US $ 8.000
Sistem Ekonomi Sosialis – Centrally Planned Economic, contohnya Negara Rusia, Korea Utara, Kuba.
Sistem Ekonomi Kapitalis – Market Economy

6.       Ilmu Politik
Hubungan Politik dengan negara-negara lain akan menjalin lancarnya bisnis/perdagangan internasional. Pemahaman terhadap system politik, misalnya besar kecilnya pengaruh militer, partai politik yang dominan peran pemerintah terhadap sektor swasta, dan lain sebagainnya.

c.       Sarana Operasional (Aktivitas-aktivitas Bisnis Internasional)

1.       Impor
Impor adalah membeli produk-produk yang dibuat di negara-negara lain untuk dijual atau digunakan kembali di negara sendiri seseorang.

2.       Ekspor
Ekspor adalah menjual produk-produk yang dibuat di negara sendiri seseorang untuk digunakan atau dijual kembali di negara-negara lain.

3.       Transportasi/Pariwisata
Pelayanan angkutan dan penyediaan objek-objek pariwisata adalah sebagian bisnis internasional khususnya yang ditujukan untuk menjaring wisatawan asing.

4.       Investasi Langsung
Penanaman modal yang dilakukan dengan membangun pabrik-pabrik serta menghasilkan produk-produk.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar